^_^...,,.,,.,.,
Olga Syahputra divonis kanker getah bening stadium 4 (Foto: Arif/Okezone)
LIMFOMA atau kanker kelenjar getah
bening adalah salah satu jenis kanker yang angka kejadiannya terus
meningkat. Penyakit ini kian menjadi sorotan setelah presenter Olga
Syahputra divonis menderita limfoma stadium 4.
Kabar mengejutkan datang dari presenter Olga Syahputra. Setelah dirawat karena mengidap meningitis, kini Olga dikabarkan menderita kanker getah bening stadium 4, seperti pesan berantai yang disampaikan psikolog Tika Bisono lewat BlackBerry Messenger. Sebagai tindakan pencegahan, kenali limfoma lebih dalam.
Ketika dalam tubuh Anda ditemukan satu benjolan, meski tidak nyeri dan tidak gatal, jangan diabaikan. Ada kemungkinan itu merupakan gejalan limfoma. Limfoma adalah semacam tumor ganas yang berasal dari kelenjar getah bening, salah satu dari sepuluh besar tumor ganas yang paling dikenal.
Dalam setahun terakhir, tingkat kejadiannya semakin meningkat. Berdasarkan laporan Konferensi Limfatik Internasional, di seluruh dunia dalam setiap sembilan menit dilaporkan satu kasus baru penyakit limfoma. (Baca: Kanker Stadium 4, Olga Bisa Jalani Treatment Palliative)
Mengetahui dengan cepat gejala tubuh yang muncul, dan mendiganosi dini terhadap limfoma sangat berpeluang dalam mengobati limfoma tahap awal. Tentu, demi memerpanjang jangka kelangsungan hidup. Simak ulasan terkait limfoma, seperti dilansir dari Asiancancer:
Gejala Limfoma
Pada limfoma ganas, sebelum atau dalam waktu bersamaan, muncul pembesaran pada kelejar getah bening, muncul pula gejala demam, gatal-gatal, keringat malam, penurunan berat badan, dan sebagainya. Jika tidak ditemukan gejala di atas, dapat dilakukan pemeriksaan darah demi mengecualikan penyakit limfoma.
Pembesaran Kelenjar Getah Bening
Beberapa gejala tipikal limfoma, adalah benjolan tidak terasa sakit, membesar secara bertahap, permukaannya mulus, pas diraba kerasnya seperti bola pingpong, atau seperti ujung hidung. Pembesaran paling sering terjadi di kelenjar getah bening leher dan supraklavikula.
Ketika mengetahui adanya pembesaran kelenjar getah bening, dapat dilakukan pemeriksaan biopsi. Umumnya, diambil kelenjar getah bening di bawah leher ataupun bawah ketiak. Ini adalah cara diagnosis limfoma yang wajib dilakukan.
Perubahan pada Kulit
Penderita limfoma akan muncul serangkaian perubahan pada kulit, seperti eritoma, lepuh, erosi kulit, dan lain-lain Limfoma tahap lanjutan akan mengalami kemerosotan antibodi dan kulit sering infeksi bernanah.
"Ketika muncul gejala-gejala seperti di atas, belum pasti mengidap limfoma, tetapi diharapkan untuk segera diperiksa ke rumah sakit. Jika sudah dipastikan sebagai limfoma, segera diberi pengobatan untuk meningkatkan hasil pengobatan dan kualitas hidup Anda," berdasarkan rekomendasi Modern Cancer Hospital Guangzhou.
Untuk meningkatkan kepedulian masyarakat tentang jenis kanker ini, sejak 2004 diperingati Hari Peduli Limfoma Sedunia di berbagai belahan dunia. Di Indonesia sendiri, peringatan Hari Peduli Limfoma Sedunia pertama kali diperingati pada 2005. Peringatannya ditandai dengan pendirian kelompok dukungan pasien limfoma pertama di Indonesia, "Masyarakat Peduli Limfoma Indonesia" (MPLI), dan berbagai kegiatan kampanye lainnya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan limfoma. (ftr)
y itu lh sob beberapa info tentang penyakit kanker getah bening semoga bermanfaat y
Kabar mengejutkan datang dari presenter Olga Syahputra. Setelah dirawat karena mengidap meningitis, kini Olga dikabarkan menderita kanker getah bening stadium 4, seperti pesan berantai yang disampaikan psikolog Tika Bisono lewat BlackBerry Messenger. Sebagai tindakan pencegahan, kenali limfoma lebih dalam.
Ketika dalam tubuh Anda ditemukan satu benjolan, meski tidak nyeri dan tidak gatal, jangan diabaikan. Ada kemungkinan itu merupakan gejalan limfoma. Limfoma adalah semacam tumor ganas yang berasal dari kelenjar getah bening, salah satu dari sepuluh besar tumor ganas yang paling dikenal.
Dalam setahun terakhir, tingkat kejadiannya semakin meningkat. Berdasarkan laporan Konferensi Limfatik Internasional, di seluruh dunia dalam setiap sembilan menit dilaporkan satu kasus baru penyakit limfoma. (Baca: Kanker Stadium 4, Olga Bisa Jalani Treatment Palliative)
Mengetahui dengan cepat gejala tubuh yang muncul, dan mendiganosi dini terhadap limfoma sangat berpeluang dalam mengobati limfoma tahap awal. Tentu, demi memerpanjang jangka kelangsungan hidup. Simak ulasan terkait limfoma, seperti dilansir dari Asiancancer:
Gejala Limfoma
Pada limfoma ganas, sebelum atau dalam waktu bersamaan, muncul pembesaran pada kelejar getah bening, muncul pula gejala demam, gatal-gatal, keringat malam, penurunan berat badan, dan sebagainya. Jika tidak ditemukan gejala di atas, dapat dilakukan pemeriksaan darah demi mengecualikan penyakit limfoma.
Pembesaran Kelenjar Getah Bening
Beberapa gejala tipikal limfoma, adalah benjolan tidak terasa sakit, membesar secara bertahap, permukaannya mulus, pas diraba kerasnya seperti bola pingpong, atau seperti ujung hidung. Pembesaran paling sering terjadi di kelenjar getah bening leher dan supraklavikula.
Ketika mengetahui adanya pembesaran kelenjar getah bening, dapat dilakukan pemeriksaan biopsi. Umumnya, diambil kelenjar getah bening di bawah leher ataupun bawah ketiak. Ini adalah cara diagnosis limfoma yang wajib dilakukan.
Perubahan pada Kulit
Penderita limfoma akan muncul serangkaian perubahan pada kulit, seperti eritoma, lepuh, erosi kulit, dan lain-lain Limfoma tahap lanjutan akan mengalami kemerosotan antibodi dan kulit sering infeksi bernanah.
"Ketika muncul gejala-gejala seperti di atas, belum pasti mengidap limfoma, tetapi diharapkan untuk segera diperiksa ke rumah sakit. Jika sudah dipastikan sebagai limfoma, segera diberi pengobatan untuk meningkatkan hasil pengobatan dan kualitas hidup Anda," berdasarkan rekomendasi Modern Cancer Hospital Guangzhou.
Untuk meningkatkan kepedulian masyarakat tentang jenis kanker ini, sejak 2004 diperingati Hari Peduli Limfoma Sedunia di berbagai belahan dunia. Di Indonesia sendiri, peringatan Hari Peduli Limfoma Sedunia pertama kali diperingati pada 2005. Peringatannya ditandai dengan pendirian kelompok dukungan pasien limfoma pertama di Indonesia, "Masyarakat Peduli Limfoma Indonesia" (MPLI), dan berbagai kegiatan kampanye lainnya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan limfoma. (ftr)
-
Penyebab Kanker Kelenjar Getah Bening
Penyebab Kanker Kelenjar Getah Bening
Banyak para penderita kanker kelenjar getah bening yang tak sadar dirinya terkena kanker kelenjar getah bening, dan akan sadar setelah masuk dalam stadium lanjut dengan kondisi yang lebih parah tentunya. Untuk itu, mari kita cari tahu apa saja yang menjadi penyebab penyakit kanker kelenjar getah bening ?Berikut ini ialah Penyebab Kanker Kelenjar Getah Bening :
- Faktor keturunan
- System kekebalan tubuh yang lemah
- Toksin lingkungan atau makanan yang bayak mengadung herbisida serta pengawet makanan dan juga pewarna kimia.
- Kurangnya berolahraga
- Minum-minuman yang mengandung alkohol
- Kurang minum air putih
- Merokok, serta gaya hidup yang kurang sehat
- Beberapa penyebab yang lainnya adalah :
- Infeksi => Mekanisme pembengkakan kelenjar getah bening akibat infeksi adalah dengan cara peningkatan jumlah sel darah putih (limfosit) dengan cara multiplikasi sebagai respons atas adanya zat asing ke dalam tubuh (antigen).
- Virus => Reaksi pertahanan terhadap infeksi yang umum diakibatkan oleh virus biasanya berupa demam yang menyertai pembengkakan kelenjar getah beningnya.
- Peradangan => Mekanisme peradangan terjadi selama infeksi kelenjar getah bening oleh zat-zat asing. Peradangan merupakan suatu bentuk sel darah putih yang mati oleh zat asing.
- Kanker => Mekanisme penyusupan sel-sel kanker pada kelenjar getah bening juga sering menyebabkan pembengkakan. Bahkan, kelenjar getah bening yang bengkak bisa menjadi keras dan bisa menyebar ke kelenjar getah bening di tempat-tempat yang lain.
- Kanker darah => Kanker darah mungkin tidak terlihat seperti kanker biasa yang membuat kelenjar getah bening bengkak. Akan tetapi, pada kanker darah, produksi limfosit di kelenjar getah bening sangat banyak dan tidak terkontrol. Keadaan ini kita sebut sebagai limfoma atau leukemia.
Itulah beberapa penyebab kanker kelenjar getah bening
yang perlu anda waspadai, oleh karena itu marilah kita memulai hidup
sehat dari sekarang mulai dari perbanyak minum air putih dan makanan
yang memiliki nilai gizi tinggi. Tapi apabila anda terkena penyakit
kanker kelenjar getah bening, maka janganlah panik. Karena kini telah
hadir obat herbal Ace Maxs yang
terbuat dari ekstrak kulit manggis dan daun sirsak yang mana kedua
bahan tersebut sangat berkhasiat untuk mengatasi berbagai macam penyakit
salah satunya ialah penyakit kanker kelenjar getah bening dengan secara
cepat serta aman untuk dikonsumsi tanpa adanya efek samping.
y itu lh sob beberapa info tentang penyakit kanker getah bening semoga bermanfaat y
wassalamualaikum ^_^
my fb
https://www.facebook.com/jihad.putra.7



Tidak ada komentar:
Posting Komentar